HOME
Home » Kesehatan » Pengalaman Mengerok Bayi Dengan Bawang Merah Untuk Meredakan Demam

Pengalaman Mengerok Bayi Dengan Bawang Merah Untuk Meredakan Demam

Posted at December 10th, 2018 | Categorised in Kesehatan

Saya memiliki bayi yang baru berumur 7 bulan yang beberapa hari kebelakang tidak mau menyusui dan ketika tidur tidak nyenyak. Hal ini terjadi setelah saya bepergian menggunakan sepeda motor, sepertinya bayi saya menjadi demam atau mungkin masuk angin.

Karena telah larut malam dan dirumah tidak memiliki persediaan obat pereda demam untuk bayi akhirnya saya memutuskan mengobati deman secara tradisional yaitu mengerok bayi dengan menggunakan bawang merah.

Bawang merah obat untuk masuk angin karena salah satu bumbu dapur tersebut memiliki khasiat melebarkan pembuluh darah atau vasoliditasi. Sehingga dapat meredakan suhu bayi atau anak yang demam, dibawah ada cara menggunakan bawang merah untuk mengerik bayi.

Cara Mengerok Bayi Dengan Bawang Merah

Pengalaman Mengerok Bayi Dengan Bawang Merah Untuk Meredakan Demam

  • Ambil satu siung bawang merah, lalu kupas kemudian cuci sampai bersih dan potong menjadi dua bagian.
  • Selanjutnya lumuri punggung bayi yang akan dikerok dengan baby oil atau minyak telon.
  • Langkah berikutnya gesekan atau kerok bawang merah dengan posisi miring dan buat garis searah jangan bolak balik.
  • Jika sudah pijat ringan bagian yang dikerok tadi supaya bayi merasa nyaman.

Sebenarnya tidak ada teknik khusus dan saya hanya mengikuti saran dari orangtua mengenai caranya, ternyata betul setelah dilakukan pengerokan suhu tubuh bayi berangsur angsur kembali normal walaupun rewal masih ada.

Selain demam bayi juga rentang terserang masuk angin yang membuat perut kembung, mual ketika diberi susu atau MPASI. Jika demikian berdasarkan pengalaman, saya tidak melakukan pengerokan hanya memarut bawang merah atau mengiris halus kemudian balurkan pada bagian perut bayi dengan cara diurut perlahan.

baca juga: benarkah kopi obat anti step untuk bayi?

Biasnya bayi akan buang angin dan setelah itu akan ceria kembali karena perutnya merasa lebih enak, yang harus diingat setelah mengerok jangan langsung memandikan bayi karena dikwatirkan tubuhnya akan kaget dan jika ingin memandikan sebaiknya ada jeda 2-3 jam.

Itulah informasi singkat mengenai pengalaman mengerok bayi dengan bawang merah untuk meredakan demam, semoga bermanfaat, jika ada keluhan sebaiknya langsung dibawa ke dokter spesialis anak untuk mendapat penangan dini.

 

Related Post to Pengalaman Mengerok Bayi Dengan Bawang Merah Untuk Meredakan Demam

home service massage https://Amanahfamily.com

Massage Home Service

Posted at December 6, 2022

Home Service Massage Cikarang Bekasi Di dunia yang sibuk saat ini, banyak orang mencari momen kebahagiaan dan relaksasi untuk tetap berada di puncak kesibukan... Read More

Pakai Apa Supaya Bau Ketiak hilang

Pakai Apa Supaya Bau Ketiak hilang?

Posted at August 14, 2022

Bau ketiak memang mengganggu sehingga akan menurunkan rasa percaya diri karena orang lain cenderung menjaga jarak. Banyak pertanyaan pakai apa supaya bau ketiak hilang?,... Read More

Manfaat Penggunaan Sarung Tangan Karet

Manfaat Penggunaan Sarung Tangan Karet

Posted at August 27, 2020

Dikalangan medis penggunaan sarung tangan karet sudah tidak asing lagi ketika sedang bertugas, untuk menghindari tertular virus atau bakteri pada saat mengobati pasien.  Apalagi... Read More

Cara Mengatasi Ambeien Dengan 7 Lembar Daun Handeleum

Cara Mengatasi Ambeien Dengan 7 Lembar Daun Handeleum

Posted at December 17, 2019

Mengalami gangguan kesehatan seperti Hemorrhoid atau yang dikenal dengan ambeien pasti sangat menyiksa. Apalagi ketika duduk rasa sakit pasti akan dirasakan penderita, tetapi ternyata... Read More

Membuat Ramuan Pelangsing Badan Dari Tomat, Wortel, Jeruk

Membuat Ramuan Pelangsing Badan Dari Tomat, Wortel, Jeruk

Posted at December 1, 2019

Untuk menurunkan berat badan bisa dengan berbagai cara diantaranya olahraga teratur, diet makanan tertentu, minum obat pelangsing dan sebagainya. Jika timbunan lemak atau berat... Read More